Beranda / Terkini / Tokoh Masyarakat Jelai Prihatin Puskesmas Masih Mangkrak

Tokoh Masyarakat Jelai Prihatin Puskesmas Masih Mangkrak

a96176f6 b62a 45c9 9ece 5dbc6e3842c8

Sukamara – Lensaexpres.com.Matsum Seorang tokoh masyarakat Adat Kecamatan Jelai yang turut berjuang dalam proses pemekaran Kabupaten Sukamara mengaku prihatin melihat kondisi Puskesmas Jelai yang hingga kini belum dapat difungsikan secara optimal dan masih terbengkalai.

Kepada wartawan Lensaexpres.com, ia menceritakan bahwa proses pembangunan Puskesmas Jelai berawal dari usulan pengadaan lahan yang memerlukan waktu cukup panjang sebelum akhirnya terealisasi. Menurutnya, pembelian lahan tersebut baru dapat diwujudkan sekitar tujuh tahun setelah diusulkan, tepatnya pada masa kepemimpinan Bupati Sukamara saat itu, H. Windu.

Ia menjelaskan, lahan yang dibeli memiliki luas sekitar 2 hektare dengan harga sekitar Rp27.000 (dua puluh tujuh ribu rupiah ) per meter persegi. Setelah proses pengadaan lahan selesai, pembangunan puskesmas pun dilaksanakan. Namun dalam perjalanannya, proyek tersebut disebut mengalami berbagai kendala yang menghambat pemanfaatannya.

“Yang menjadi keprihatinan kami adalah mengapa bangunan puskesmas itu sampai sekarang terkesan dibiarkan mangkrak. Jika memang ada persoalan atau kendala hukum maupun teknis, sebaiknya disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Tetapi apabila tidak ada masalah, maka seharusnya segera ditempati dan dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan tersebut menggunakan anggaran negara yang tidak sedikit, sehingga sangat disayangkan apabila bangunan yang telah berdiri belum memberikan manfaat bagi warga Kecamatan Jelai dan sekitarnya.

Matsum selaku tokoh masyarakat berharap pemerintah daerah Sukamara dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai kondisi sebenarnya serta segera mengambil langkah penyelesaian agar Puskesmas Jelai dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

“Jangan sampai aset yang dibangun dengan uang negara dibiarkan begitu saja. Masyarakat tentu berharap fasilitas kesehatan ini dapat segera digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga,” tegasnya.(Taufik Hidayat)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *