LensaExpres Senin 29 juni 2026 Pangkalan Bun – Merespons dinamika kebangsaan dan isu daerah yang kian hangat, Pengurus Cabang Persiapan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kotawaringin Barat resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas.
Dipimpin oleh Ketua Syarif Akhmad D. dan Sekretaris Siti Aulia, organisasi mahasiswa ini melayangkan rapor merah sekaligus tuntutan keras yang dibagi menjadi dua klaster utama yaitu isu nasional dan isu regional.
Pada isu nasional, PMII menyoroti empat poin krusial. Di antaranya, mendesak penegakan amanat Pasal 33 UUD 1945, menuntut reshuffle kabinet berbasis kompetensi, melakukan evaluasi total terhadap Badan Gizi Nasional serta menghentikan pembangunan Komponen Cadangan, hingga menolak keras keterlibatan militerisme di ranah sipil.
Sementara untuk isu lokal di Kotawaringin Barat, PMII menuntut aksi nyata dari pemerintah daerah dan legislatif. PMII Kotawaringin Barat mendesak percepatan infrastruktur jalan dan penerangan umum demi keselamatan warga, perluasan akses pendidikan bagi anak rentan putus sekolah, serta meminta DPRD meningkatkan fungsi pengawasan terhadap seluruh proyek pemerintah kabupaten.
Surat pernyataan sikap bernomor resmi ini diharapkan segera mendapat respons nyata dari para pemangku kebijakan demi kemaslahatan masyarakat luas. (RH)










