Sukamara – Matsum, tokoh masyarakat Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian sejarah daerah. Sosok yang pernah berkarier sebagai anggota DPRD, mencalonkan diri sebagai wakil bupati, serta menekuni dunia kontraktor ini kini aktif menggali dan mengkaji sejarah kerajaan yang pernah berkembang di wilayah tersebut.
Menurut Matsum, ketertarikannya menelusuri sejarah berdirinya kampung didorong oleh rasa tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan data yang berhasil dihimpunnya, baik berupa bukti fisik maupun catatan tertulis.
“Saya merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan sejarah sesuai dengan data yang saya dapatkan, baik berupa peninggalan fisik salah satu Gong benda bersejarah maupun dokumen tertulis,” ujarnya kepada wartawan.Rabu 17/6/2026.
Selain aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan mengelola usaha perkebunan serta pertanian miliknya, Matsum juga menemukan sejumlah jejak sejarah yang diyakininya berkaitan dengan keberadaan kerajaan di kawasan kuala Jelai.
Salah satu peninggalan yang menjadi perhatian adalah sebuah parit yang diperkirakan dibangun pada masa kerajaan dengan panjang mencapai sekitar tiga kilometer. Selain itu, terdapat pula catatan mengenai pembangunan Masjid Nurul Iman dan pula ada batu nisan yang penuh dengan ukiran . Serta dirinya pernah lihat cap stempel kesultanan Banjar , namunsaat ini barang nya sudah terbakar Kesemuanya yang disebutnya sebagai bagian penting dari sejarah daerah tersebut.
Matsum berharap upaya pengungkapan sejarah ini dapat menambah wawasan masyarakat sekaligus menjadi bahan kajian bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pelestarian sejarah dan budaya Kabupaten Sukamara.(Taufik Hidayat)










