Bagi masyarakat, sebuah jembatan bukan hanya persoalan beton, besi, atau konstruksi yang berdiri kokoh di atas aliran sungai. Lebih dari itu, jembatan menjadi jalan yang menghubungkan aktivitas, ekonomi, pendidikan, pelayanan masyarakat, hingga hubungan sosial antarwilayah.
Kini, setelah Jembatan Perintis Garuda didesa Jihing terealisasi, masyarakat memiliki akses yang lebih terbuka untuk bergerak dari satu desa ke desa lainnya. Harapan warga pun ikut tumbuh seiring terbukanya jalur transportasi tersebut.
Karya pembangunan seperti ini menjadi penting karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika akses terbuka, kesempatan masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi dan memperlancar kebutuhan sehari-hari juga semakin besar.
Kehadiran jajaran TNI Kodim 1014 dalam pembangunan Perintis Garuda tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam mendukung program pemerintah. Kerja di lapangan menjadi catatan tersendiri bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang anggaran dan target pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jembatan Jihing kini berdiri sebagai penghubung antarwilayah sekaligus menjadi simbol terbukanya akses baru bagi masyarakat Kabupaten Sukamara.
Dari sebuah jembatan, terbuka sebuah jalan. Dari terbukanya jalan, tumbuh harapan baru bagi masyarakat.
(Taufik Hidayat)










