SUKAMARA, LENSAEXPRES.COM — Program bantuan bedah rumah tidak serta-merta diberikan kepada setiap calon penerima. Sebelum bantuan direalisasikan, pemerintah melalui perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman terlebih dahulu melakukan proses verifikasi untuk memastikan penerima memenuhi persyaratan dan rumah yang diusulkan benar-benar layak mendapatkan bantuan.
Perwakilan Kementerian menjelaskan, verifikasi dilakukan mulai dari kelengkapan dan status surat tanah hingga kondisi fisik rumah yang akan dibedah.
“Pertama, sebelum melaksanakan, kami melakukan verifikasi. Kami menilai kelayakan, mulai dari surat tanahnya, kemudian kondisi rumahnya,” jelas perwakilan Kementerian.
Menurutnya, selain memenuhi kriteria administrasi dan kondisi rumah, calon penerima juga harus memiliki kesediaan dari keluarga untuk mengikuti program tersebut.
Pasalnya, bantuan bedah rumah memiliki mekanisme yang mengharuskan penerima turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan. Artinya, pemerintah tidak hanya melihat kondisi rumah, tetapi juga kesiapan keluarga penerima untuk mendukung proses pembangunan.
“Kami bertanya dulu, apakah Bapak-Ibu bersedia ikut program ini. Karena di sini harus ada kesediaan,”ucap Monika selaku kordinator Kabupaten Jumat 25/9/2026.
Kesiapan tersebut, lanjutnya, berkaitan dengan kemampuan penerima untuk ikut membantu proses pembangunan, baik melalui tenaga maupun kebutuhan tertentu yang menjadi bagian dari swadaya keluarga.
Karena itu, calon penerima diharapkan telah memiliki kesiapan sebelum bantuan diterima. Pemerintah melakukan verifikasi secara cermat agar bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Program kami memang seperti itu, makanya kami sangat melakukan verifikasi. Kami bertanya dulu, bersedia atau tidak mengikuti program,” ungkap Monika kordinator Kabupaten
Ia menegaskan, usulan penerima juga tidak langsung dinyatakan lolos. Setiap nama yang masuk akan kembali diverifikasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan program, termasuk kondisi dan kelayakan rumah.
Dengan proses tersebut, pemerintah berupaya memastikan bantuan bedah rumah tepat sasaran dan tidak diberikan hanya berdasarkan nama yang diusulkan.
“Setelah namanya ada, kami verifikasi lagi, apakah memang sesuai dengan kriteria. Termasuk kelayakan rumahnya,” pungkasnya.( Taufik Hidayat)










