Palangka Raya – Lensaexpres.com.Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam sekitar satu bulan terakhir menyebabkan peternak ayam di Kalimantan Tengah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Selain tingginya biaya operasional genset, peternak juga kehilangan banyak ternak akibat terganggunya sistem ventilasi kandang.
Salah seorang peternak, Arif (41), mengatakan pemadaman listrik yang berlangsung hingga enam jam setiap hari memaksa peternak mengoperasikan genset dengan biaya bahan bakar sekitar Rp3 juta per hari. Keterbatasan pasokan solar juga membuat peternak harus membeli bahan bakar nonsubsidi untuk menjaga operasional kandang.
Menurutnya, kerugian akibat pemadaman diperkirakan telah melampaui Rp100 juta, belum termasuk kematian ayam yang ditaksir mencapai sekitar Rp160 juta. Ayam berukuran besar yang mendekati masa panen paling terdampak karena membutuhkan pasokan oksigen lebih banyak saat blower kandang tidak berfungsi.
Perkumpulan Peternak se-Kalimantan Tengah mendesak PT PLN (Persero) segera menstabilkan pasokan listrik dan memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami. Jika tuntutan tersebut tidak mendapat tanggapan, para peternak menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk menuntut ganti rugi.
Peternak juga meminta adanya keterbukaan dari PLN terkait penyebab gangguan listrik serta langkah penanganannya agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengganggu keberlangsungan usaha peternakan. (Taufik Hidayat)










