Beranda / Kalteng / Pemkab Sukamara Siapkan Regulasi Pembatasan Gawai di Sekolah untuk Lindungi Konsentrasi Belajar Siswa

Pemkab Sukamara Siapkan Regulasi Pembatasan Gawai di Sekolah untuk Lindungi Konsentrasi Belajar Siswa

img 20260925 wa0066

​SUKAMARA, Lensa Expres.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara tengah merancang regulasi baru untuk membatasi penggunaan gawai atau smartphone bagi pelajar tingkat PAUD, SD, hingga SMP dan sederajat di lingkungan satuan pendidikan.

​Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) ini digagas oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kabupaten Sukamara, Denny Yudhistira Kurniawan, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

​Kebijakan ini disiapkan sebagai pedoman bagi sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Pemkab menilai pembatasan gawai penting dilakukan untuk mencegah gangguan konsentrasi belajar serta meminimalkan risiko negatif seperti perundungan siber (cyberbullying), paparan konten tidak pantas, dan berkurangnya interaksi sosial antarsiswa.

​Meski dibatasi, Pemkab Sukamara memastikan aturan ini tidak berarti larangan total bagi siswa untuk membawa atau menggunakan perangkat digital. Gawai masih diperbolehkan jika digunakan untuk mendukung proses pembelajaran di bawah pengawasan guru, atau dalam kondisi tertentu sesuai mekanisme sekolah.

“Pembatasan penggunaan gawai ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, sekaligus meminimalkan berbagai distraksi yang dapat mengganggu proses pembelajaran,” ujar denny

​Selain pembatasan, aturan ini juga akan diiringi dengan penguatan literasi digital bagi para pelajar agar lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

​Penerapannya pun dirancang secara komprehensif dengan melibatkan pemerintah, pihak sekolah, tenaga pendidik, orang tua/wali murid, hingga para siswa itu sendiri.

Melalui regulasi yang memiliki pedoman, pengecualian, dan mekanisme pengawasan yang jelas ini, Pemkab Sukamara berharap terbentuk kebiasaan digital yang sehat bagi generasi muda di daerah tersebut.( TH/ AHS)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *