Beranda / Kalteng / Dinkes Kobar Jelaskan Mekanisme Rilis Data ISPU dan Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan

Dinkes Kobar Jelaskan Mekanisme Rilis Data ISPU dan Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan

img 20260924 wa0089

PANGKALAN BUN, LENSAEXPRES.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Hardino, menjelaskan mekanisme penyampaian informasi terkait Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Hardino, penyampaian data kualitas udara dan perkembangan gangguan kesehatan masyarakat harus mengacu pada sumber resmi serta melalui tahapan koordinasi antarinstansi yang jelas.

Ia menyampaikan, kondisi udara yang dipengaruhi asap dan debu berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Sejumlah penyakit dan keluhan yang menjadi perhatian, antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, iritasi mata, dan penyakit kulit.

“Kalau kita lihat di Kobar, yang meningkat itu ISPA, diare, kemudian iritasi mata dan penyakit kulit,” jelas Hardino kepada Lensaexpres.

DLH Berperan dalam Pemantauan ISPU

Hardino menerangkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memiliki peran dalam pemantauan serta penyampaian informasi mengenai kualitas udara melalui mekanisme yang berlaku.

Data hasil pemantauan kualitas udara tersebut menjadi salah satu dasar koordinasi pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi pencemaran udara dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Ia menegaskan, penyampaian data secara rinci, khususnya terkait angka ISPU dan perkembangan gangguan kesehatan, perlu didukung informasi yang jelas, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, data mengenai perkembangan penyakit juga perlu melalui mekanisme pelaporan kepada pemerintah dan kementerian terkait, sehingga langkah intervensi dapat dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan.

“ISPU itu yang bertanggung jawab DLH. Dari ISPU baru kami bisa merilis terkait ISPA,” ungkapnya.

Hardino juga menjelaskan bahwa perangkat pemantauan kualitas udara yang ditempatkan di daerah memiliki keterkaitan dengan sistem pemantauan pemerintah pusat. Oleh karena itu, koordinasi antarinstansi dan kejelasan sumber data diperlukan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dinkes Kobar Imbau Masyarakat Waspada

Menghadapi kondisi udara yang berpotensi memburuk akibat asap dan debu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak pencemaran udara.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan tertentu, perlu mendapat perhatian lebih dalam kondisi kualitas udara yang kurang baik.

Masyarakat juga diharapkan memperhatikan informasi kualitas udara dari sumber resmi dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan yang memburuk.( Taufik Hidayat)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *