SUKAMARA, Lensa Expres.com — Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Masjid Agung Sukamara tersebut berlangsung meriah. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir menyaksikan beragam penampilan dan kreativitas peserta pawai.
Pawai pembangunan turut dihadiri Bupati Sukamara Masduki bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan BUMD dan BUMN, serta masyarakat.
Tahun ini, peserta pawai terbagi dalam lima kategori. Rinciannya, tingkat sekolah dasar (SD) sebanyak 14 regu, tingkat SMP sederajat enam regu, tingkat SLTA sederajat tiga regu, tingkat SOPD 27 regu, dan kategori umum sebanyak 11 regu.
Bupati Sukamara Masduki mengatakan, Pawai Pembangunan tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menampilkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Sukamara sekaligus menggambarkan semangat masyarakat dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.
“Pawai ini bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan. Pawai ini merupakan ruang bagi kita untuk menampilkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Sukamara, sekaligus menjadi cerminan semangat masyarakat dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan,” ujar Masduki.
Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah menampilkan berbagai kreativitas dan inovasi, termasuk seni, budaya, adat istiadat, serta keberagaman pakaian dan busana daerah.
Masduki menilai, keberagaman budaya dan adat istiadat merupakan bagian dari jati diri sekaligus kekayaan Kabupaten Sukamara yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Hal ini penting untuk terus kita lestarikan, karena budaya dan adat istiadat merupakan bagian dari jati diri dan kekayaan Kabupaten Sukamara,” katanya.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya mengenal budaya daerah. Lebih dari itu, generasi muda diharapkan memiliki kebanggaan, kecintaan, serta kemampuan untuk mengembangkan budaya lokal agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Masduki menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta penguatan identitas daerah.
“Melalui pakaian adat, kesenian, musik, tarian, tradisi, serta berbagai kreativitas yang ditampilkan dalam Pawai Pembangunan ini, mari kita tunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga tentang pembangunan manusia, pelestarian budaya, dan penguatan identitas daerah,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata melalui berbagai bidang, mulai dari pelestarian budaya dan adat, pengembangan kreativitas, pariwisata, pemberdayaan UMKM, hingga menjaga kelestarian lingkungan.
Masduki menekankan, pembangunan Sukamara membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena kemajuan daerah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Sukamara bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik kita semua. Dengan semangat gotong royong, persatuan, dan kecintaan terhadap daerah, mari kita wujudkan Kabupaten Sukamara yang semakin maju, sejahtera, berbudaya, dan bermartabat,” pungkasnya. (Ahs)










