SUKAMARA, Lensa Expres.com — Bupati Sukamara, Masduki, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang cukup panjang dan kondisi cuaca yang relatif kering.
Masduki mengatakan, berdasarkan informasi dan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perkembangan kondisi iklim perlu mendapat perhatian bersama. Salah satunya potensi pengaruh fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Sukamara.
“Karena itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukamara untuk tidak membuka maupun mengolah lahan dengan cara membakar,” ujar Masduki.
Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang meluas. Selain mengancam kelestarian lingkungan, karhutla juga dapat menimbulkan dampak serius terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat, perekonomian, serta keberlangsungan kehidupan kita bersama,” katanya.
Selain mengantisipasi karhutla, Masduki juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau. Ia meminta masyarakat menggunakan air sesuai kebutuhan dan menghindari pemborosan.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bijak menggunakan air. Gunakan air seperlunya, hindari pemborosan, dan mari kita bersama-sama menjaga sumber-sumber air yang kita miliki,” ucapnya.
Masduki menegaskan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap kesadaran masyarakat dapat terus ditingkatkan agar Kabupaten Sukamara tetap memiliki lingkungan yang sehat dan lestari.
“Mari kita jaga Kabupaten Sukamara agar tetap hijau, bersih, aman, sehat, dan nyaman, sehingga potensi alam dan pariwisata kita dapat terus berkembang dan dinikmati oleh generasi yang akan datang,” pungkasnya. (Ahs)










