PANGKALAN BUN, LensaExpres.com— Penggunaan anggaran pembangunan Koperasi Merah Putih menjadi perhatian masyarakat. Pengawasan ketat serta proses validasi dan verifikasi dinilai perlu dioptimalkan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan mencegah potensi penyimpangan keuangan negara.
Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, aparat penegak hukum (APH) diharapkan dapat menjalankan fungsi pengawasan sesuai kewenangannya, disertai pemeriksaan yang cermat terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Pengawasan tersebut tidak cukup hanya melalui pemeriksaan dokumen administrasi. Kesesuaian antara anggaran dan realisasi pekerjaan juga perlu dipastikan, mulai dari spesifikasi bangunan, kualitas material, hingga nilai pekerjaan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Tim validasi dan verifikasi diharapkan bekerja secara profesional, objektif, dan transparan. Setiap tahapan pembangunan perlu diperiksa secara menyeluruh agar hasil pekerjaan sesuai dengan perencanaan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, keterbukaan informasi mengenai penggunaan anggaran dan progres pembangunan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik. Dengan pengawasan yang memadai, potensi penyimpangan diharapkan dapat dicegah sejak dini.
Masyarakat berharap program Koperasi Merah Putih benar-benar memberikan manfaat bagi perekonomian desa dan masyarakat setempat. Anggaran negara yang dialokasikan harus digunakan sesuai peruntukannya, dengan hasil pembangunan yang berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.kepala kelurahan Sidorejo kecamatan Arut Selatan Pangkalan Bun Sahida Ramadana ,membenarkan adanya kantor koperasi bekas pedagang mie Ayam ,dia mengakui untuk kelayakan masih belum maksimal ,dirinya sebagai lurah sudah mengusulkan dilokasi yang layak disamping gedung KONI Pangkalan Bun lahannya sudah tersedia milik Pemda kobar dan diusulkan keagrinas nampak sampai saat ini tidak direspon ucap lurah Sidorejo Sahida Ramadana pada lensaexpres.
(Taufik Hidayat)










