PANGKALAN BUN — Selasa 15/9/2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Mandawai Seberang, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), masih menjadi perhatian serius. Api dilaporkan menyebar dari sekitar kilometer 13 hingga mencapai kilometer 24.
Petugas di lapangan menyebut titik kebakaran tersebar di sejumlah lokasi, bahkan api telah merambat cukup jauh ke dalam kawasan hutan. Kondisi tersebut diperparah dengan musim kemarau yang menyebabkan debit air menurun drastis.
“Kalau kekuatan personel sebenarnya sudah maksimal dalam menangani. Namun kendalanya sumber air, karena musim kemarau debit air sangat menurun,” ujar Heri selaku ketua regu dari Manggala Agni di lapangan kepada Lensaexpres.com.
Jangkauan menuju lokasi api juga menjadi tantangan. Petugas harus menempuh akses hingga lebih dari satu kilometer, bahkan di beberapa lokasi bisa mencapai sekitar tiga kilometer dari sumber air.
Menurutnya, dukungan peralatan pemadaman dari tingkat provinsi sangat dibutuhkan, terutama untuk membantu memutus jalur penyebaran api di lokasi yang masih dapat dijangkau.
Sementara itu, kekuatan personel Manggala Agni yang berada di wilayah operasi Kalimantan III Pangkalan Bun mencapai sekitar 56 personel. Namun personel tersebut terbagi untuk penanganan karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Sampit, Sukamara, dan Seruyan.
Untuk wilayah Mandawai Seberang sendiri, sekitar 32 personel dikerahkan, namun juga terbagi dalam beberapa operasi di lapangan.
Petugas juga menyebut kawasan yang terbakar di Mandawai Seberang didominasi kawasan hutan produksi (HP). Kondisi medan, jarak lokasi kebakaran, serta keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman menjadi semakin berat.
Dengan kondisi tersebut, upaya pemadaman terus dilakukan secara maksimal untuk mencegah api kembali meluas dan mengancam kawasan lainnya.? Taufik Hidayat)










