Beranda / Kalteng / Ketua Komisi C DPRD Kotawaringin Barat Minta PUPR Segera Tangani Retaknya Jembatan KM 7

Ketua Komisi C DPRD Kotawaringin Barat Minta PUPR Segera Tangani Retaknya Jembatan KM 7

img 20260718 wa0066

KOTAWARINGIN BARAT – Lensaexpres.com. Retaknya struktur Jembatan KM 7 di ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama kembali menjadi perhatian. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Asrofi, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Menurut Asrofi, penanganan tidak boleh ditunda mengingat jembatan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Barat dengan Lamandau, Sukamara, dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Tingginya mobilitas kendaraan di ruas tersebut membuat kondisi jembatan harus menjadi prioritas.

“Hendaknya Dinas PUPR segera melaksanakan perbaikan pada struktur jembatan tersebut. Dalam pelaksanaannya juga harus diatur secara teknis agar tidak menimbulkan kemacetan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi barang,” ujar Asrofi.

Ia menilai, keretakan yang muncul perlu dikaji secara menyeluruh. Menurutnya, terdapat dugaan bahwa struktur beton mengalami penurunan kualitas atau tingkat kekerasannya tidak sesuai dengan perencanaan, sehingga rentan mengalami retak. Selain itu, rembesan air juga diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi struktur jembatan.

Karena itu, H. Arief Asrofi meminta PUPR melakukan kajian teknis secara komprehensif agar penyebab kerusakan dapat diketahui dan penanganannya dilakukan secara tepat.

“Secara teknis harus dikaji ulang terkait struktur tersebut. Jangan sampai kerusakan terus meluas dan membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Asrofi juga mengingatkan agar alasan efisiensi anggaran tidak menjadi penghambat penanganan infrastruktur yang menyangkut keselamatan masyarakat.

“Jangan bicara efisiensi jika menyangkut keselamatan masyarakat. PUPR wajib bergerak cepat sebelum kondisi jembatan semakin parah dan berdampak pada pengguna jalan,” pungkasnya.

Masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan sehingga arus lalu lintas di jalur penghubung antarwilayah tersebut tetap aman, lancar, dan tidak menimbulkan risiko bagi para pengguna jalan.(Taufik Hidayat)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *