Beranda / Terkini / Putra Daerah Kobar Gusti Muhammad Andre menjadi lulusan tecepat dan termuda dalam Sejarah Program Doktor Hukum UNDIP.

Putra Daerah Kobar Gusti Muhammad Andre menjadi lulusan tecepat dan termuda dalam Sejarah Program Doktor Hukum UNDIP.

img 20260804 012027

SEMARANG 3 Agustus 2026 – Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) yang juga Dosen FH Universitas Antakusuma berhasil melaksanakan Ujian Terbuka Promosi Lulusan Doktor Tercepat dan termuda dalam sejarah UNDIP. Dalam ujian tersebut, promovendus mempertahankan disertasi berjudul _

“REKONSTRUKSI PEMAKNAAN ASAS LEGALITAS MATERIIL DALAM KUHP NASIONAL BERDASARKAN PRINSIP KESEIMBANGAN RELIGIUS”.

Penelitian ini mengkaji bagaimana asas legalitas dalam KUHP Nasional dapat dimaknai ulang dengan mempertimbangkan nilai-nilai religius sebagai prinsip keseimbangan dalam sistem hukum pidana Indonesia.

34357

Ujian berlangsung di hadapan Dewan Penguji yang dipimpin oleh
Prof. Dr. Retno Saraswati, S.H.,M.HUM. – selaku Ketua Majelis Sidang. Prof. Dr. Sukirno, S.H., M.S. bertindak sebagai Sekretaris Sidang. Sebagai penguji hadir pula Prof. Dr. Marcus P Gunarto, S.H.,M.Hum – dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada selaku Penguji Eksternal, Prof. Dr. Pujiyono, S.H.,M.Hum, dan Dr. Umi Rozah, S.H.,M.Hum.
Prof. Barda Nawawi Arief, S.H. (Promotor)
Dr. RB Sularto, S.H., M.HUM (Ko-Promotor)

Dalam promosi doktor ini, Prof. Barda Nawawi Arief, S.H. ditunjuk sebagai Promotor, didampingi oleh Dr. RB Sularto, S.H.,M.HUM sebagai Ko-Promotor. Kehadiran para guru besar dan penguji eksternal dari UGM menjadi bukti bahwa disertasi ini mendapat perhatian akademik luas, khususnya dalam upaya merekonstruksi pemikiran hukum pidana nasional yang lebih berkeadilan dan berlandaskan nilai ketuhanan.

disampaikan oleh Ketua Majelis Sidang, Prof Retno, S.H.,M.HUM “bahwa saya menyelesaikan pendidikan doktor dalam waktu 2 tahun 11 bulan, yang merupakan masa studi tercepat dalam sejarah Program Doktor Hukum Universitas Diponegoro. Pencapaian ini saya yakini bukan semata-mata karena kemampuan pribadi, melainkan karena pertolongan Allah SWT, doa kedua orang tua dan keluarga, bimbingan para guru, serta dukungan dari begitu banyak pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.”

34356

“Salah satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan akademik ini adalah ketika Prof Barda, S.H berkenan memberikan amanah kepada Andre untuk melanjutkan dan mengembangkan keilmuan hukum pidana yang berketuhanan. Amanah tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab moral dan akademik yang akan Andre pegang teguh sebagai pengingat untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan hukum pidana Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Ketuhanan.
Alhamdulillah terimakasih untuk semua yang terlibat dalam perjalanan akademik ini.” (RH)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *