Beranda / Kalteng / Prognosa Produksi Padi Kalteng Januari–September 2026 Capai 306.725 Ton GKG

Prognosa Produksi Padi Kalteng Januari–September 2026 Capai 306.725 Ton GKG

img 20260820 wa0040

PALANGKA RAYA – Lensa Expres Prognosa produksi padi dan beras di Kalimantan Tengah periode Januari hingga September 2026 menunjukkan potensi produksi yang cukup besar. Berdasarkan hasil amatan pada Juni 2026, luas panen padi di 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah diperkirakan mencapai 87.884 hektare.

Data tersebut disampaikan Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Irfan Rianto. Dari luas panen tersebut, produktivitas padi diproyeksikan mencapai 3,499 ton per hektare.

Dengan luas panen dan tingkat produktivitas tersebut, prognosa produksi padi Kalimantan Tengah periode Januari–September 2026 diperkirakan mencapai 306.725 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Sementara itu, jika dikonversikan menjadi beras, produksi diperkirakan mencapai sekitar 182.198 ton beras.

Angka tersebut menjadi gambaran penting mengenai potensi ketersediaan pangan daerah, khususnya dalam mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat Kalimantan Tengah. Data prognosa juga dapat menjadi bahan evaluasi dan perencanaan pemerintah dalam menjaga ketersediaan serta stabilitas pangan.

Secara nasional, BPS juga mencatat produksi padi dan beras 2026 masih menunjukkan potensi yang cukup besar. Untuk Januari–Juni 2026, produksi padi nasional mencapai 33,58 juta ton GKG, sedangkan produksi beras mencapai 19,35 juta ton.

Meski demikian, kondisi produksi tetap perlu diperhatikan karena faktor cuaca, ketersediaan air, luas tanam, serta perkembangan tanaman di lapangan dapat memengaruhi hasil akhir. BPS memperkirakan produksi nasional periode Juli–September 2026 mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagi Kalimantan Tengah, prognosa tersebut diharapkan menjadi dasar untuk terus memperkuat sektor pertanian, terutama melalui peningkatan produktivitas, pengelolaan irigasi, pendampingan petani, serta pengamanan produksi hingga masa panen.

Dengan potensi 306.725 ton GKG dan 182.198 ton beras, sektor tanaman pangan di Kalimantan Tengah diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga pasokan beras bagi masyarakat hingga akhir periode prognosa September 2026.(Taufik Hidayat)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *