SUKAMARA – LensaExpres.com. Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, terus dilakukan. Berdasarkan pantauan satelit, tercatat sebanyak 5.915 titik api sejak Januari hingga September 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Sukamara, Anderson, saat ditemui LensaExpres, Selasa (8/9/2026).
Menurut Anderson, data pantauan satelit menjadi salah satu acuan bagi petugas dalam menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan di lapangan. Setiap adanya indikasi kebakaran, petugas langsung melakukan pengecekan dan penanganan, termasuk pemadaman serta pendinginan.
“Kami berpatokan dengan satelit-satelit. Ternyata titiknya cukup banyak, sampai saat ini sudah mendekati 6 ribu titik api, tepatnya 5.915 titik api. Itu tergabung dari bulan Januari sampai dengan September hari ini,” ungkap Anderson.
Ia menjelaskan, tingginya jumlah titik api yang terpantau tidak serta-merta menunjukkan seluruh titik tersebut masih dalam kondisi terbakar. Sebab, titik yang telah mendapatkan penanganan pada dasarnya sudah dilakukan pemadaman.
“Yang jelas, setiap kami melakukan penanganan itu sudah mati sebenarnya prosesnya. Cuma yang dapat kita tangani dari beberapa ratus hektare ini hanya ada…” ujarnya.
Selain pemadaman, petugas juga melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara atau sumber panas yang berpotensi memicu munculnya api kembali. Langkah tersebut dinilai penting, terutama pada lahan gambut maupun kawasan yang memiliki vegetasi kering.
Anderson menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, perusahaan dan masyarakat terus melakukan upaya pencegahan serta penanganan di lapangan.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu kebakaran, kewaspadaan terhadap munculnya titik api baru juga terus ditingkatkan. Masyarakat diimbau ikut berperan aktif dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.
(Taufik Hidayat)










