Beranda / Kalteng / Kasus ISPA di Palangka Raya Capai 6.041, Dinkes Siapkan Ruang Pelayanan Oksigen

Kasus ISPA di Palangka Raya Capai 6.041, Dinkes Siapkan Ruang Pelayanan Oksigen

img 20260821 wa0036

PALANGKA RAYA -LENSA EXPRES Sebanyak 6.041 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat melanda masyarakat di Kota Palangka Raya sepanjang Juni hingga 20 Agustus 2026.

Data tersebut dihimpun dari 11 puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya. Meningkatnya kasus ISPA ini menjadi perhatian di tengah kondisi kualitas udara yang dalam beberapa hari terakhir masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, jumlah kasus tertinggi selama periode Juni hingga Agustus 2026 tercatat di Puskesmas Bukit Hindu dengan total 1.053 kasus. Disusul Puskesmas Pahandut sebanyak 1.047 kasus dan Puskesmas Panarung sebanyak 610 kasus.

Selanjutnya, Puskesmas Jekan Raya mencatat 592 kasus, Puskesmas Kayon 578 kasus, Puskesmas Menteng 538 kasus, Puskesmas Kereng Bangkirai 504 kasus, Puskesmas Tangkiling 400 kasus, Puskesmas Kelampangan 292 kasus, serta Puskesmas Rakumpit sebanyak 52 kasus.

Sementara itu, berdasarkan data harian, jumlah kasus ISPA tertinggi tercatat di Puskesmas Pahandut dengan 26 kasus. Disusul Puskesmas Kayon sebanyak 21 kasus dan Puskesmas Bukit Hindu sebanyak 19 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengungkapkan kepada wartawan , peningkatan kasus gangguan pernapasan tersebut menjadi perhatian serius, terutama di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap karhutla.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama Pemerintah Kota telah menyiapkan ruang pelayanan oksigen yang tersebar di lima kecamatan.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan bantuan oksigen.

Masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk, pilek, sesak napas, maupun gangguan kesehatan lainnya diimbau segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.(Taufik Hidayat)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *