KOTAWARINGIN LAMA — LensaExpres.com.Kepedulian terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditunjukkan berbagai pihak. Kali ini, dua kepala desa babual baboti dan sukajaya di wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), turut memberikan dukungan kepada tenaga relawan yang berada di lapangan.
Dua kepala desa tersebut menyerahkan bantuan berupa satu unit genset lengkap dengan selang serta lima belas dus air mineral gelas kepada Tim Terpadu Penanganan Karhutla selasa 15/9/2026. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap para relawan yang berjibaku menghadapi ancaman karhutla di KM 18 Pangkalan Bun Menuju Kotawaringin Lama.
Namun, sebelum bantuan diserahkan dan diterima, sempat terjadi perbedaan pemahaman terkait perangkat pemadam yang dibawa. Pihak kepala desa sempat mendapat penjelasan bahwa ukuran perangkat yang diserahkan tidak sesuai dengan standar alat pemadam yang biasa digunakan tim di lapangan, sehingga disampaikan agar peralatan tersebut dikembalikan dan diganti dengan ukuran yang sesuai.
Hal tersebut sempat membuat kepala desa kebingungan. Pasalnya, alat yang dibeli merupakan satu set perangkat pemadam yang dijual langsung dalam bentuk lengkap.
“Kalau memang dibeli satu set, kenapa harus ditukar dengan yang lain?” demikian inti persoalan yang sempat dipertanyakan pihak desa.
Situasi kemudian berubah setelah sejumlah awak media berada di lokasi dan melihat langsung proses penyerahan bantuan. Peralatan yang sebelumnya dipersoalkan akhirnya diterima oleh pihak terkait.
Bagi pemerintah desa, bantuan tersebut bukan sekadar persoalan alat, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap perjuangan para relawan yang berada di garis depan menghadapi karhutla.
Dukungan seperti ini dinilai penting, mengingat penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, aparat, perusahaan hingga masyarakat dan pemerintah desa.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan tenaga relawan semakin terbantu dalam menjalankan tugas di lapangan, terutama ketika menghadapi titik api yang berada jauh dari permukiman.( Taufik Hidayat)










