Beranda / Uncategorized / Perkembangan Komoditas Padi Kalteng hingga 31 Juli 2026 Tumbuh Dibandingkan 2025

Perkembangan Komoditas Padi Kalteng hingga 31 Juli 2026 Tumbuh Dibandingkan 2025

img 20260820 wa0008

PALANGKA RAYA-Lensa Expres Perkembangan komoditas padi di Provinsi Kalimantan Tengah hingga 31 Juli 2026 menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Data tersebut merupakan hasil analisa perbandingan perkembangan komoditas padi yang dikonfirmasi Lensa Expres kepada Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Irfan Rianto, Rabu (19/8/2026).

Berdasarkan data tersebut, luas tanam padi hingga 31 Juli 2026 mencapai 9.735 hektare, atau mengalami perkembangan sebesar 9,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, luas panen padi tercatat mencapai 165 hektare, dengan persentase perkembangan sebesar 0,19 persen.

Dari sisi produksi, produksi gabah kering giling (GKG) tercatat mencapai 3.442 ton, atau mengalami perkembangan sebesar 1,13 persen. Sedangkan produksi beras mencapai sekitar 2.045 ton, dengan persentase perkembangan sebesar 1,14 persen.

Adapun produktivitas padi tercatat sebesar 0,03 ton per hektare, dengan persentase perkembangan yang tercatat sebesar 0,95 persen, berdasarkan data perbandingan yang disampaikan.

Irfan Rianto menjelaskan bahwa perkembangan tersebut menjadi bagian dari gambaran kondisi sektor tanaman pangan di Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi melalui penguatan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian serta peningkatan produktivitas lahan.

Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Pemprov Kalteng yang tengah mempercepat penerapan pertanian modern. Pada 2026, Kalteng mendapatkan target pelaksanaan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) seluas 14.017 hektare, dengan harapan teknologi, mekanisasi dan penggunaan benih unggul dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Sektor padi juga menjadi salah satu fokus penguatan ketahanan pangan daerah. Pada Juli 2026, Pemprov Kalteng melaksanakan panen raya di Kabupaten Kapuas pada kawasan pertanian seluas 25.817 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi pangan daerah dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Dengan adanya perkembangan luas tanam, luas panen, produksi GKG maupun produksi beras tersebut, pemerintah diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman di lapangan. Faktor ketersediaan air, cuaca, sarana produksi, pengendalian hama dan penyakit serta ketepatan waktu tanam menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan produksi padi hingga akhir 2026.

Data perkembangan tersebut menjadi indikator penting bagi Kalimantan Tengah dalam melihat capaian sektor tanaman pangan sekaligus menentukan langkah selanjutnya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di daerah.(Taufik Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *