Barito Kuala – Lensaexpres.com – Aktivitas tongkang bermuatan batu bara yang melintasi Sungai Barito pada 2026 disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang selama ini terbiasa melihat padatnya arus angkutan batu bara di jalur sungai tersebut.
Sejumlah warga Batola mengungkapkan, perubahan aktivitas di Sungai Barito mulai terlihat setelah adanya perubahan aturan yang berdampak pada proses pengiriman batu bara. Akibatnya, lalu lintas tongkang yang biasanya ramai kini tampak jauh lebih sepi.
“Selama ini Sungai Barito selalu ramai dilintasi tongkang bermuatan batu bara. Sekarang sudah jauh berkurang, sehingga daerah Batola juga ikut merasakan dampaknya,” ujar seorang warga kepada Lensaexpres.com.
Menurut warga, berkurangnya aktivitas tongkang tidak hanya mengubah suasana di sepanjang bantaran Sungai Barito, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada ramainya lalu lintas angkutan sungai.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai sejauh mana perubahan kebijakan tersebut memengaruhi distribusi batu bara melalui jalur Sungai Barito. Namun, sejumlah laporan menyebutkan distribusi batu bara di beberapa wilayah memang menghadapi kendala akibat perubahan kondisi operasional dan logistik.
Masyarakat berharap aktivitas angkutan sungai dapat kembali berjalan normal sehingga roda perekonomian di kawasan bantaran Sungai Barito kembali bergairah tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.(Taufik Hidayat)










