SUKAMARA, Lensa Expres.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara mencatat adanya peningkatan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang cukup signifikan di wilayahnya belakangan ini. Kendati demikian, berbagai upaya penanggulangan terus dimaksimalkan demi menekan laju kebakaran agar tidak semakin meluas.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sukamara, Anderson. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi lembaganya saat ini adalah keterbatasan fasilitas pendukung di lapangan.
“Kasus Karhutla di Sukamara ini memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, namun kami selalu melakukan berbagai upaya untuk penanggulangannya,” ujar Anderson.
Sebagai leading sector dalam penanganan bencana, Anderson tidak menampik bahwa pihaknya masih menghadapi banyak kendala teknis, terutama menyangkut keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta minimnya sarana dan prasarana (sarpras) operasional.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan penanganan di lapangan terkadang tidak bisa bergerak secara masif dalam waktu bersamaan. Ia merincikan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dimiliki BPBD Sukamara saat ini berjumlah sangat terbatas.
“Kami dalam BPBD ini sebagai leading sector masih sangat kekurangan dari segi tenaga SDM-nya sampai sarana dan prasarananya. Hal itu yang menyebabkan proses penanganan Karhutla masih terkendala. Tim TRC kami hanya berjumlah 12 orang, masih sangat kurang,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan jumlah personil dan peralatan, Anderson menegaskan bahwa jajarannya tidak tinggal diam. Pihaknya tetap berkomitmen penuh untuk mengerahkan segenap kemampuan yang ada guna menstabilkan kondisi dan memadamkan titik-titik api yang muncul.
Ia juga berharap agar musibah Karhutla ini dapat segera terkendali dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sukamara.
“Saya berharap agar kasus Karhutla di Kabupaten Sukamara tidak kian meluas. Walaupun demikian, kami tetap berkomitmen berupaya menstabilkan keadaan,” pungkasnya. (Ahs)










