Beranda / Kalteng / Kinerja BUMD Kabupaten Sukamara Jadi Sorotan, DPRD Diminta Perkuat Fungsi Pengawasan

Kinerja BUMD Kabupaten Sukamara Jadi Sorotan, DPRD Diminta Perkuat Fungsi Pengawasan

img 20260715 wa0087

SUKAMARA – Lensaexpres .Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sukamara mulai menjadi sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan BUMD, mengingat besarnya penyertaan modal yang telah dialokasikan pemerintah daerah dari tahun ke tahun.kurang lebih 15 milyar ( Lima belas milyar)

Masyarakat mempertanyakan sejauh mana anggaran yang telah digelontorkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, hingga kini BUMD dinilai belum menunjukkan hasil yang optimal dan masih bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.

“Seharusnya dengan modal yang cukup, BUMD mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan kontribusi bagi daerah. Jika kondisinya masih terus mengalami kerugian atau belum memberikan hasil maksimal, tentu perlu dievaluasi agar diketahui penyebabnya,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.Rabu 15/7/2026.

Menurutnya, kondisi tersebut patut menjadi perhatian bersama. Transparansi dalam pengelolaan anggaran dan kinerja BUMD dinilai penting agar masyarakat mengetahui penggunaan dana yang telah disertakan oleh pemerintah daerah.

Ia juga berharap DPRD Kabupaten Sukamara menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, salah satunya melalui rapat dengar pendapat dengan pihak BUMD dan instansi terkait. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperoleh penjelasan mengenai penggunaan penyertaan modal, perkembangan usaha, serta kendala yang dihadapi.

Selain itu, evaluasi secara berkala dinilai perlu dilakukan guna memastikan setiap anggaran yang bersumber dari keuangan daerah dikelola secara efektif, efisien, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.sementara itu ketika Lensaexpres. Com. Mengkonfirmasikan kepada Plt BUMD Eko Raharjo membenarkan terkait anggaran itu , akan tetapi itu dananya dibangunkan ke SPBU dan Asel Lainnya , bahkan kata Eko Raharjo saat ini pihaknya sudah ada keuntungan . Ketika lensaexpres juga mengkonfirmasikan kepada mantan kepala BUMD Ujang Mukadar dirinya mengakui bahwa dana penyertaan modal itu memang benar kurang lebih lima belas milyar (15 Milyar) tetapi pada waktu itu ada tambahan dana lagi kurang lebih 5 milyar segingga penyertaan modal 20 milyar. Dengansuntikan dana itu dirinya sudah tidak menjabat lagi digantiksn oleh Plt nya Eko Raharjo jelas ujang pada wartawan (Taufik Hidayat)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *