Karang Besi – Lensaexpres.com.Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Karang Besi menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan pembangunan tersebut. Warga bersama aparatur desa bahu-membahu agar fasilitas yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
Bagi masyarakat, jembatan gantung tersebut bukan sekadar bangunan penghubung. Kehadirannya menjadi simbol perubahan, terutama bagi warga yang selama ini harus menghadapi keterbatasan akses.
Kepala Desa Karang Besi Petrus Ito Pangestu dinilai cukup peka melihat kondisi tersebut. Dengan gagasan pembangunan akses alternatif, masyarakat kini memiliki jalur yang dapat membantu memperlancar aktivitas sehari-hari.
“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana pembangunan ini bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kalau akses semakin mudah, tentu aktivitas warga juga semakin terbantu,” ujar seorang warga.
Pantauan Lensaexpres juga melihat kekompakan masyarakat masih sangat terasa. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya rasa memiliki terhadap fasilitas desa yang dibangun secara bersama-sama.
Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur tidak berhenti sampai di sini. Jalan, jembatan, penerangan, jaringan komunikasi, hingga fasilitas lainnya diharapkan terus mendapat perhatian sehingga Desa Karang Besi semakin berkembang dan tidak lagi tertinggal dalam persoalan akses.
Langkah tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa ketika pemerintah desa memiliki gagasan dan masyarakat mempunyai semangat kebersamaan, keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk membangun desa.
Bagi warga Karang Besi, jembatan gantung itu kini menjadi bagian penting dari kehidupan mereka—sebuah akses sederhana yang membawa manfaat besar dan membuka harapan baru bagi kemudahan aktivitas masyarakat.(Taufik Hidayat)










