Beranda / Kalteng / DLH Sukamara Fokus Angkut Sampah, Warga Didorong Memilah dari Rumah

DLH Sukamara Fokus Angkut Sampah, Warga Didorong Memilah dari Rumah

img 20260914 wa0046

SUKAMARA –Lensa Expres.com.Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukamara ,Deny Haidarul Pitri ,SP. Terus memperkuat penanganan sampah, baik organik maupun non-organik. Pengangkutan dilakukan secara rutin, sementara masyarakat terus didorong untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukamara mengatakan, kebersihan lingkungan menjadi perhatian yang dilakukan secara berkelanjutan. Tim kebersihan rutin membersihkan sampah, termasuk sampah organik yang berasal dari pepohonan dan lingkungan sekitar.

“Untuk sampah organik maupun non-organik, kita tetap rutin setiap hari melakukan pembersihan sesuai jadwal. Tim kita melakukan pengangkutan menggunakan armada yang tersedia,” ujarnya.

Menurut kadis DLH , pengangkutan sampah rumah tangga juga terus menjadi fokus DLH. Armada akan mengangkut sampah pada jalur atau kawasan yang memang masuk dalam rute pelayanan.

Sementara bagi kawasan yang belum terjangkau armada pengangkutan, masyarakat diharapkan membawa sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terdekat maupun tempat penampungan yang telah disediakan.

“Kita berharap masyarakat yang wilayahnya belum dilewati armada bisa mengeluarkan atau membawa sampah ke TPS terdekat yang tersedia,” jelasnya.

Pilah Sampah dari Rumah

Tidak hanya mengandalkan pengangkutan, DLH Sukamara kini juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pemilahan sampah dilakukan sejak dari sumbernya, terutama rumah tangga.

Masyarakat diharapkan dapat memisahkan sampah organik dan non-organik. Langkah tersebut dinilai penting karena tidak semua sampah harus berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Harapan kita masyarakat bisa memilah sampah dari sumbernya, baik sampah organik maupun non-organik,” katanya.

Sampah organik, lanjutnya, dapat dimanfaatkan kembali untuk pengolahan tertentu. Sedangkan sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat dikumpulkan dan dijual melalui bank sampah.

Dengan pola tersebut, sampah yang dibawa menuju TPA nantinya diharapkan hanya berupa residu atau sampah yang memang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

“Yang kita angkut dan kita bawa ke TPA itu hanya residunya. Sampah organik bisa dimanfaatkan, sedangkan sampah yang memiliki nilai ekonomis bisa dikumpulkan dan dijual,” jelasnya.

Bank Sampah dan TPS 3R Terus Dikembangkan

Upaya pengurangan sampah dari sumbernya juga didukung keberadaan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di sejumlah wilayah.

Kadis lingkungan Hidup (DLH ) Sukamara menyebut, keberadaan bank sampah telah berjalan, di antaranya di kawasan Pudu dan Mendawai. Selain itu, TPS 3R juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah agar tidak seluruhnya berakhir di TPA.

Deni berharap pengelolaan TPS 3R ke depan semakin berkembang, terutama dalam pengolahan sampah organik serta pengumpulan sampah yang memiliki nilai ekonomis.

Salah satu yang terus didorong adalah Desa Pudu yang saat ini dijadikan sebagai desa percontohan dalam pengelolaan sampah.

“Di Desa Pudu, TPS 3R-nya masih berjalan. Kita juga menjadikan Desa Pudu sebagai desa percontohan pengolahan sampah,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah di Desa Pudu nantinya diharapkan dapat menjadi tolok ukur sekaligus contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Sukamara.

Deny Haidarul Pitri, SP, selaku kadis Lingkungan Hidup Sukamara juga akan melaporkan perkembangan pengelolaan sampah tersebut kepada kementerian terkait yang selama ini menjadi pembina.

“Harapannya desa percontohan ini bisa semakin bagus dan menjadi acuan bagi desa-desa lain. Perkembangannya juga akan kita laporkan kepada kementerian sebagai pembina,” pungkasnya.( Taufik Hidayat)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *