PALANGKA RAYA – Lensaexpres.com.Kondisi kabut asap di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, semakin memprihatinkan. Hembusan angin yang membawa asap membuat udara terasa tidak nyaman dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga mengeluhkan kondisi udara yang membuat mata terasa pedih, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Kabut asap juga menyebabkan jarak pandang berkurang sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati saat berkendara.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Kualitas udara Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir sempat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5.
Dampak kabut asap juga terlihat dari meningkatnya perhatian pemerintah terhadap kasus gangguan pernapasan. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara.
Sementara itu, hingga pekan ketiga Agustus 2026, Palangka Raya tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi di Kalimantan Tengah, yakni mencapai 16.166 kasus. Meski demikian, pemerintah mengingatkan bahwa angka tersebut tidak serta-merta berarti seluruh kasus disebabkan oleh paparan kabut asap.
Masyarakat berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat terus ditingkatkan sehingga kabut asap segera berkurang. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan, serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang buruk.
Kabut asap yang terus menyelimuti Palangka Raya menjadi perhatian serius karena selain mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan apabila berlangsung dalam waktu lama.(Taufik Hidayat)










