PalangkaRaya- Lensaexpres.com.Puluhan peternak ayam menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (UP3 )Palangka Raya, Rabu 29/7/2026. Aksi tersebut dipicu kekecewaan para peternak terhadap pemadaman listrik bergilir yang mereka nilai telah menyebabkan kerugian besar, terutama karena banyak ayam ternak mati akibat terganggunya pasokan listrik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lensa Expres di lokasi, sekitar 50 orang peternak dan pedagang ayam membawa bangkai ayam sebagai simbol protes. Mereka menilai pemadaman listrik yang terus berulang telah berdampak langsung terhadap usaha peternakan yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga kondisi kandang.
“Kami mengalami kerugian besar. Banyak ayam mati selama terjadi pemadaman listrik,” ungkap salah seorang peternak saat menyampaikan orasinya.
Dalam aksinya, massa memberikan ultimatum agar pimpinan PLN UP3 menemui mereka dalam waktu 15 menit. Mereka mengancam akan melemparkan bangkai ayam ke dalam halaman kantor apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Karena tidak ada pimpinan yang menemui massa hingga batas waktu yang diberikan, para pengunjuk rasa akhirnya melemparkan sejumlah bangkai ayam ke dalam pagar halaman kantor PLN UP3 Palangka Raya. Aksi itu membuat suasana sempat memanas, sementara aroma menyengat dari bangkai ayam menyebar ke sekitar lokasi hingga banyak warga dan peserta aksi memilih mengenakan masker.
“Yang menyengat bukan listriknya, tetapi bau bangkai ayamnya,” celetuk salah seorang peserta aksi di tengah kerumunan.
Beberapa menit kemudian, perwakilan Humas PLN UP3 keluar menemui massa untuk melakukan dialog. Namun, para pengunjuk rasa menilai penjelasan yang disampaikan belum mampu menjawab penyebab maupun solusi atas pemadaman listrik yang terjadi.
Massa kemudian meminta agar manajer PLN yang membawahi wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah hadir secara langsung untuk memberikan penjelasan. Setelah dilakukan pembicaraan, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan bahwa pimpinan PLN akan bertemu langsung dengan perwakilan pengunjuk rasa pada hari berikutnya guna membahas tuntutan yang disampaikan.
Hingga aksi berakhir, situasi tetap mendapat pengawasan aparat keamanan. Para peternak berharap pertemuan tersebut menghasilkan solusi konkret agar pemadaman listrik tidak lagi menimbulkan kerugian bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan ayam. (Taufik Hidayat)










