Sukamara – Lensaexpres.com.Wakil Gubernul Kalteng edi Pratowo Pemerintah Provinsi terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat akibat fenomena El Nino.
Dalam rapat koordinasi bersama berbagai pihak, pemerintah mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi El Nino. Meski kondisi cuaca masih dapat berubah, pemerintah menegaskan bahwa potensi tersebut tidak boleh diabaikan sehingga langkah mitigasi harus disiapkan sejak dini.
“Persiapan personel, peralatan, dan anggaran harus dipastikan siap. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui BNPB, termasuk meminta dukungan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca,” ujarnya.
Menurutnya, operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan menyemai garam pada awan yang masih berpotensi menghasilkan hujan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan operasi darat sebagai langkah penanganan karhutla. Pengalaman saat El Nino pada 2015 di Kabupaten Pulang Pisau menjadi pelajaran penting, terutama terkait sulitnya memperoleh sumber air di lokasi kebakaran.
“Air sering harus diambil dari sungai atau sumber air milik warga. Jarak menuju lokasi kebakaran sangat jauh, sehingga diperlukan modifikasi peralatan agar distribusi air lebih efektif,” katanya.
Ia menjelaskan, pemadaman kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan lahan biasa. Api kerap membakar hingga ke lapisan bawah gambut dengan ketebalan mencapai dua meter, sehingga meski permukaan hanya tampak berasap, bara api masih menyala di bawah tanah.
“Water bombing menggunakan helikopter tetap diperlukan, tetapi untuk lahan gambut tidak selalu efektif. Api di bawah permukaan tanah bisa terus menyala sehingga pemadaman membutuhkan waktu yang lama,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai sarana pendukung operasi darat, seperti tangki air portabel, terpal, peralatan modifikasi pengangkut air, hingga pembangunan sumur bor yang dapat diangkut menggunakan sepeda motor agar lebih mudah menjangkau lokasi kebakaran di kawasan hutan.
Di akhir keterangannya, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Dengan kebersamaan, kesadaran, dan kerja sama semua pihak, kita dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.(Taufkk Hidayat)










