PALANGKA RAYA, Lensaexpres – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menegaskan peran strategis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dalam mengawal pembangunan daerah, terutama melalui kontribusi gagasan dan kritik konstruktif dari kalangan intelektual muda.
Menurutnya, memasuki usia ke-79 tahun, HMI harus tetap konsisten menjadi ruang pengkaderan yang melahirkan calon pemimpin masa depan berkarakter kuat, berintegritas, serta memiliki kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan masyarakat.
HMI harus terus menjadi kawah candradimuka bagi pemimpin masa depan. Pemikiran dari adik-adik mahasiswa itu adalah vitamin bagi jalannya roda pemerintahan,” ujar Junaidi, Minggu (15/2/2026).
Ia menilai, dinamika pemikiran mahasiswa dan alumni HMI merupakan energi penting dalam proses perumusan kebijakan publik.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, sinergi antara legislatif, eksekutif, dan elemen intelektual dinilai menjadi kunci agar program pembangunan lebih tepat sasaran dan berpihak kepada rakyat.
Junaidi juga berharap HMI dan KAHMI terus memainkan peran sebagai mitra kritis yang konstruktif, baik bagi DPRD maupun Pemerintah Provinsi Kalteng.
Kritik dan masukan yang solutif, katanya, akan memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan di daerah.
“Kami di DPRD sangat mengharapkan sumbangsih pemikiran dari kader-kader HMI, serta bimbingan para alumni KAHMI, demi kemajuan Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Ia pun menekankan bahwa kolaborasi antara pemuda, akademisi, dan pemangku kebijakan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai.
Sumber: https://www.liputansbm.com/2026/02/hmi-di-usia-ke-79-dprd-kalteng-dorong.html






