KUMAI, LensaExpres.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) terus dilakukan. Personel TNI-Polri, relawan, serta pemerintah daerah berjibaku di lapangan untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran yang mengancam kelestarian hutan.
Langkah tersebut dilakukan demi menyelamatkan habitat orangutan serta menjaga ekosistem lainnya yang menjadi kekayaan alam Kalimantan Tengah.
Camat Kumai, Ajeli Rahman, mengungkapkan bahwa seluruh pihak telah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani karhutla di kawasan TNTP. Berbagai ikhtiar dilakukan, disertai doa dan harapan agar kebakaran segera dapat dikendalikan.
Menurutnya, perjuangan para petugas di lapangan bukan sekadar memadamkan api, tetapi juga menjaga kelangsungan hidup satwa liar dan kelestarian lingkungan di kawasan konservasi tersebut.
Di tengah perjuangan itu, kabar menggembirakan datang ketika hujan mulai turun di kawasan TNTP. Turunnya hujan pun disambut dengan rasa syukur dan kegembiraan, karena diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang terbakar serta mengurangi potensi meluasnya api.
“Upaya telah dilakukan semaksimal mungkin oleh seluruh pihak di lapangan, disertai doa agar kebakaran segera teratasi. Ketika hujan turun di kawasan TNTP, tentu kita bersyukur dan merasa gembira,” ungkap Ajeli Rahman.
Meski demikian, upaya penanganan karhutla tetap perlu dilanjutkan. Pemantauan dan pendinginan di lokasi terdampak menjadi langkah penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di kawasan yang masih menyimpan bara di dalam tanah atau tumpukan material organik.
Turunnya hujan menjadi harapan baru bagi seluruh pihak yang berjuang di lapangan. Lebih dari sekadar membasahi bumi, hujan membawa harapan bagi keselamatan orangutan, kelestarian hutan, serta terjaganya ekosistem TNTP sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Kalimantan Tengah.( Taufik Hidayat)










